Senin, 03 Agustus 2009

SIKAP GURU TERHADAP PEMBELAJARAN DENGAN ICT

1. Apatis . Pada level ini guru sama sekali tidak tetarik dengan ICT, mungkin belum tahu manfaatnya atau tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk menguasai ICT. Maka, guru pada level ini sangat isolatif sehingga sulit untuk menerima hal-hal baru yang bersifat inovatif, akibatnya siswa harus menerima pembelajaran konvensional di kelas, mungkin untuk satu materi tertentu menguntungkan, tapi secara global akan sangat menjemukan.

2. Tertarik . Pada level ini guru baru sebatas mengetahui manfaat ICT, mungkin juga tahu bahayanya ICT, tetapi tidak memiliki kapasitas yang memadai untuk menguasai ICT. Untuk itu, guru mungkin hanya sekedar mengijinkan dan menganjurkan kepada siswa untuk menggunakan ICT, tetapi tidak diterapkan di dalam kelas.



3. Mulai Adopsi. Pada level ini, guru sudah memiliki sedikit banyak bekal terkait dengan ICT, akan tetapi belum mampu berbuat banyak. Produk-produk ICT yang banyak di luar baru sebatas diketahui dan digunakan saja. Dia belum mampu menemukan kekuatan dan kekurangan dari ICT yang digunakannya.

4. Adaptasi. Pada level ini, guru sudah memiliki lumayan banyak bekal yang terkait dengan ICT. Bahkan, guru sudah mampu melihat plus minusnya suatu produk ICT. Karena itu, dia bisa memilah dan memilih, bahkan mengurang atau menambahkan sesuatu dalam penerapannya sehingga penggunaan ICTnya lebih sesuai dengan harapannya.

5. Level Innovasi. Pada level ini, guru sudah mahir tentang ICT tertentu atau beberapa ICT, dan mampu membuat sendiri ICT yang sama sekali baru dan cocok Cdengan kebutuhan pembelajarannya.

Kita berada di level yang mana sekarang ini? Rasa-rasanya kita lebih banyak berada pada level 1 , 2 dan 3. Kita, sebagai guru, masih harus belajar untuk bisa masuk ke level 4 dan 5. Bahkan, kita juga banyak yang belum tahu sama sekali tentang ICT terbaru. Karena itu, kita perlu lebih banyak membuka diri untuk mengetahui tentang perkembangan ICT. Guru yang profesional adalah guru yang menguasai materi yang diajarkannya, menguasai metode dan teknik pembelajaran yang diperlukan, dan mengikuti perkembangan jaman sehingga mampu melaksanakan pembelajaran yang baik sesuai dengan jamannya. Sudah bukan jamannya lagi mengajar dengan mengandaikan kejadian seperti kita dulu lahir. Anak dilahirkan pada dan untujk jamanya, maka gurulah yang harus menyesuaikan dengan kebutuhan anak, bukan sebaliknya.

Namun demikian, jangan lupa, sekolah juga berperan penting dalam memberikan dukungan agar pembelajaran matematika dengan ICT bisa berlangsung dengan baik dan mencapai tujuan dengan efektif. Tanpa dukungan yang baik, pembelajaran matematika dengan ICT hanya akan menjadi mimpi belaka. Guru tidak akan mampu melakukkannnya secara kontinyu dan bertahan lama.
Dukungan itu antara lain:
1. Penyediaan Sarana Prasarana, agar pembelajaran matematika dengan ICT bisa berlangsung dengan optimal, diperlukan ketersediaan sarana prasarana yang harus setiap periode sekali di update. Ini memang akan memakan biaya mahal, tapi kalau dikaitkan dengan kebutuhan hidup di masa mendatang, tampaknya ini takkan terelakkan.
2. Pembinaan Human Resources/Sumber Daya Manusia Perkembangan ICT yang begitu pesat dari waktu ke waktu, menuntut setiap Corang untuk mengikuti perkembangan. Untuk itu, sumber daya manusia di sekolah, terutama para guru, perlu terus menerus mengikuti perkembangan itu secara mandiri atau mendapatkan pelatihan secara terorganisir oleh sekolah.
3. Pemantapan Iklim Pendidikan ICT merupakan sesuatu yang netral. dan semuanya (yang baik atau yang buruk) tersedia di dalamnya. Manusianyalah yang menentukan apakah ICT itu akan bermanfaat untuk kebaikan atau keburukan. Karena itu, diperlukan adanya suatu iklim pendidikan yang menjaga agar penggunaan ICT tidak menjurus ke hal-hal yang tidak baik.

Akhirnya, ICT sudah ada di depan mata kita setiap harinya, dan menanti kita untuk mengolah dan memanfaatkannya untuk kepentingan anak menghadapi masa depan. Sebagai guru yang profesional, tampaknya tidak bisa tidak kita harus belajar dan terus belajar. Kita tidak boleh berdiam diri dan melaksanakan pembelajaran matematika di sekolah tanpa mencoba dan melirik sedikit pun terhadap keberadaan ICT yang sangat potensial tersebut. Namun, kita juga harus pandai-pandai dalam memberikan penugasan agar ICT memberikan manfaat yang sebesar-besarnya, bukan justru menghancurkan generasi muda. Kita harus bijak. Semoga bermanfaat. Mari kita belajar sama-sama, mulai sekarang juga....!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar