Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2009

Izinkan ku memeluk bayangmu Bunda!


Bunda Dalam gaduh hariku ini, ku lupa mengingat wajahmu karena ditelan gemuruh liarnya langkahku tuk meniti masa depan. padahal ku tahu do’a tulus di setiap sujudmulah yang mengantarkanku berdiri dan belajar mengerti di pelataran hidup ini. Sekarang do’a mu pun masih mengalir, bahkan lebih deras dari derai hujan yang menaklukkan segala malam, karena itu dalam kesepian malam ini kurindu pada mu bunda rindu akan belaianmu, rindu akan manja yang kau beri, rindu akan perkataan-perkataan yang kau ucapkan bunda.....

Bunda. Aku tahu, aku sering membuat sakit hati bunda, aku sering berdusta pada bunda bahkan aku sering melupakan bunda, entah itu di tengah keramaian atau kadang seperti kesunyian malam ini. Tapi kini ku benar-benar tahu tiada yang sanggup menggantikan mu dengan segala warna yang kau lukis, hitam putih, keras atau pelan, hewan atau setan. dengan segala rupa yang kau beri, aku seakan tak mampu tuk melupakanmu lagi bunda...

Setelah bertahun-tahun ku mencoba merangkai dan mengerti tentang hidup ternyata pesona mu belum sirna bahkan kian berkilau dan melebihi pesona lain yang ku pungut satu persatu.

Karena itu bunda, dari sini izinkan ku memeluk bunda sebagai maaf ku sebagai takjub dan kagumku dan juga sebagai cinta yang begitu kecil dari cinta mu. Dari sini bunda Izinkan ku memeluk agar aku bisa belajar darimu tentang kesabaran dan ketulusan dan kedewasaan diri....

Untuk mu bunda yang ada di Cepu dengan segala cinta. . .

Jombang, 07 Desember 2009 (21.33WIB)

Try Out ? Semangat...!! Good Luck


Di tujukan buat semuanya kakak-kakak kelas, terutama kelas XII MAN Tambakberas Jombang.
Semangat yah, ni masih try out, belum UAN. hehehehe... Good Luck yah prend..!!! jangan biasakan menyontek... kerjakan sebisanya saja heheheh...!!! ntr waktu UAN malah kebiasaan lho.
Ganbatte Kudasai..!!!

Minggu, 06 Desember 2009

Bismillah

Bismillah, kata itulah yang aku ucapkan di awal pagi ini, tak ketinggalan juga aku posting di facebook, semuanya pada bertanya-tanya, "kenapa dengan dirimu ?, g biasanya kamu nyebut".
ah... E G P lah, mau coment apa lah terserah.
ku rasakan penat di kepala ku ini, hampir saja tak sanggup tuk lalui semua kenyataan yang ada, selesai satu tumbuh seribu, semoga hal itu tak terjadi dalam semua masalah yang aku hadapi ini.



oh Tuhan.... mungkinkah ini cobaan tuk menuju kesuksesan ? mungkinkah ini peringatan buat hambamu yang sangat lemah dan tak berdaya ini ?

Astagfirullahhaladzim........
masalah, masalah, masalah, dan masalah. hiks hiks hiks...

Sabtu, 05 Desember 2009

Pecandu Internet Usia Belia Rentan Siksa Diri

Santi Dwi Jayanti - detikinet

ilustrasi (ist)

Guangdong - Sejak pertengahan tahun 90-an, perilaku kecanduan internet telah diklasifikasikan sebagai masalah kesehatan yang serius. Riset terbaru memperingatkan timbulnya bahaya baru yang mengancam remaja dari 'penyakit' kecanduan internet.

Dari pengamatan para peneliti Australia-China terhadap 1.618 remaja usia 13-18 tahun di Guangdong, China, remaja yang kecanduan internet disimpulkan cenderung terlibat dalam perilaku yang merugikan diri sendiri.

Para remaja ini sengaja diteliti mengenai perilaku memukul, menjambak rambut hingga membakar diri sendiri. Kemudian mereka juga diberikan semacam tes untuk mengukur seberapa candunya terhadap internet.

Sekitar 10% dari remaja yang disurvei dinyatakan kecanduan Internet, dan kurang dari 1% di antaranya sangat kecanduan. Namun yang mengejutkan, para remaja yang kecanduan ini ternyata 2,4 kali lebih suka menyakiti diri sendiri. Bisa sampai 1-5 kali dalam kurun waktu enam bulan.

"Banyak pelajar yang dilaporkan memiliki hubungan antara kecanduan internet dengan gejala psikiatrik dan depresi di antara remaja lain," kata para peneliti dalam hasil studi mereka yang diterbitkan dalam jurnal Injury Prevention.

Sejumlah ahli juga menginteprestasikan bahwa pecandu internet cenderung memiliki perasaan depresi, gugup dan hilang mood saat tidak online. Namun, semua perasaan negatif ini bisa dihilangkan saat mereka kembali berhadapan dengan dunia maya. Demikian detikINET kutip dari Reuters, Sabtu (5/12/2009). ( rou / rou )

Sumber : www.detikinet.com

Akrab Teknologi, Modal Jadi Penulis Jempolan

Fransiska Ari Wahyu - detikinet

anak dan komputer (BBC)

Jakarta - Kemampuan menulis dapat diasah dengan cara mengakrabkan diri dengan teknologi. Anak-anak yang suka nge-blog, sms atau eksis di situs jejaring sosial memiliki kemampuan menulis yang lebih baik dibanding mereka yang tidak.

Hal ini terungkap dari sebuah survei yang digelar National Literacy Trust Inggris. Dari hasil survei yang melibatkan 30.001 anak berusia 9-16 tahun tersebut, ditemukan bahwa 24 persen dari mereka memiliki blog dan 82 persen di antaranya berkirim sms.

Selain itu, 73 persen di antaranya menggunakan layanan instant messaging untuk ngobrol online dengan teman-teman mereka.

"Penelitian kami menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara anak-anak yang menggunakan teknologi dengan kemampuan membaca dan menulis," ujar Jonathan Douglas, Director of the National Literacy Trust, seperti dikutip detikINET dari BBC, Jumat (4/12/2009).

Douglas tidak terlalu memusingkan kritik yang menyebutkan bahwa gaya menulis informal yang sering digunakan saat chatting dan sms-an dapat mencederai penggunaan tata bahasa dan pengejaan yang tepat.

"Sebagian guru di sekolahan ragu mengakrabkan siswa-siswa dengan komputer, khususnya jika siswa tersebut masih muda," kata John Coe, General Secretary National Association for Primary Education (NAPE)

Menurut Coe, semua bentuk komunikasi dapat membantu generasi muda dalam mengembangkan kemampuan menulis dan membaca.

"Anak-anak muda berusia 9 tahun ke atas begitu keranjingan sms-an. Ini merupakan salah satu bentuk latihan membaca dan menulis. Mungkin ini tidak konvensional tapi toh mereka berkomunikasi," tandas Coe. ( faw / fyk )

Sumber : www.detikinet.com


Minggu, 09 Agustus 2009

Jadi Sahabat

dulu..ku bs lihat senyum manismu..slalu ku rasa nyaman saat dekatmu..namun kini..semua tlah berubah..kau kini bukan lg milik ku..meski tlah berlalu..ku ingin kita tetap bs..melihat indahnya dunia..meski tak seperti dulu, kita telah sepakat tuk melihat cinta..dan rasakan indahnya persahabatan..ku harap..ku masih bisa jadi seorang sahabat yang bisa mengertimu..tuk obati sakit hatimu..mau kah kamu jd sahabat ku?


Sabtu, 08 Agustus 2009

Niat ku kan baik!

Niat hati cuman mau "Posting Judul Artikel + Coment2" eh,, malah jadi kenyataan.
sedihnya hati ini. kalau aku tau akhir-akhirnya akan seperti ini, mending tuh Artikel g aku Posting.
SMS itu, Kata Kata itu.... selalu terbayang-bayang dalam keseharian ku.
kenapa ya ? hmm... siapa yang salah dalam hal ini ?
padahal telah ku coba tuk menyayangi dia..... "ma'ap lah atas kejadian itu"
Sekarang. aku g tau mau ngapain lagi. sini salah gitu salah. emang gue sadari, gue yang bikin ulah, tapi.... tak ada maksut jelek.
apa lagi mulutnya temen-temen tuh, pada suka ngeGOSIP. yah, jadi tambah ruwet deh....
ada yang bilang gini lah gitu lah,,, padahal faktanya g seperti itu.
aku jadi bingung, apa sih yang bikin temen-temen pada seperti itu terhadap diriku ?
apa g suka liat temannya senang ? di tanya g ngaku... hem....

yah, Nasi sudah menjadi bubur. walaupun tlah minta ma'ap. tlah janji g ngulangi lagi...
tapi..... arrgghh,.... mbuh ah,,,,, g tau mau bilang apa....
hmmm..... takkan terlupakan sms itu....
buat yang merasa, Me minta ma'ap tlah membuat kmu kecewa.



Kamis, 06 Agustus 2009

Petunjuk Cara membuat atau mendaftar di facebook

facebook? belum punya facebook ya? ah enggak gaul kamu… terkadang kata kata ini terucap dari seseorang yang udah punya account facebook yang lagi nyindir temannya yang belum bikin atau buat acount di facebook. tahun ini memang banyak orang sedang demam facebook, facebook yang dulunya tidak begitu populer di Indonesia saat ini begitu banyak diminati, sampai sampai situs pertemanan ini mengalahkan salah satu rivalnya, yaitu friendster, tentunya ini terlihat dari jumlah penguna dan pengunjung friendster yang semakin lama semakin turun, kalau kamu tidak percaya liat aja grafiknya di alexa.com.

oke basa basinya sudah cukup, bagi kamu yang masih kebingungan cara membuat facebook, di bawah ini saya tulis panduan cara membuat atau mendaftar facebook, yang insyaAllah panduan membuat facebook di sini lebih mudah dipahami, karena saya sisipkan banyak sekali screen shotnya, tapi nanti kalau masih kurang jelas, silahkan tanya di kolom komentar, semoga saja saya bisa menjawabnya

1. yang pertama kamu lakukan adalah dengan mengunjungi alamat : www.facebook.com atau http://facebook.com, dan pastikan halaman yang muncul adalah seperti gambar di bawah ini.

cara membuat facebook

2. jika sudah muncul halaman seperti gambar di atas, isilah kolom pendaftaran yang sudah tersedia, masukkan nama lengkap kamu, alamat email kamu (jika belum punya alamat email silahkan mmbaca panduan tentang cara membuat email, klik di sini untuk email di gmail, dan klik di sini untuk membuat email di yahoo), masukkan password (kata kunci yang akan kamu gunakan nanti untuk masuk ke accoun facebook (demi keamanan buatlah pasword yang unik tapi tidak mudah ditebak oleh orang lain), untuk memiliih jenis kelamin, bulan tanggal tahun lahir, kamu klik saja tanda segitiga yang saya lingkari, nanti akan muncul pilihannya. jika sudah diisi semu klik tombol SIgn Up yang berwarna hijau. (pastikan data diisi dengan benar, teliti lagi sebelum klik sign up)
cara membuat facebook

3. setelah kamu meng klik Sign Up kamu akan dibawa ke halaman selanjutnya, kamu diminta untuk memasukkan huruf yang tampil diatasnya.
cara membuat facebook

4. seperti pada contoh gambar di bawah ini. masukkan sesuai dengan contohnya, huruf besar atau huruf kecil harus sama, masukkan pada kolom Text in the box.jika kamu mengalami kesulitan membaca kode kata yang tampil itu, kamu bisa menggantinya dengan kode yang lain. dengan cara klik Try different words . jika sudah diisi klik Sign Up
cara membuat facebook

5. setelah kamu klik sign up pada jendela selanjutnya adalah sepertti gambar di bawah ini. jika kamu menemui gambar seperti di bawah ini, kamu telah berhasil mendaftar di facebook. tapi kamu harus melakukan aktifasi accoun facebook kamu dengan cara membuka kotak masuk di email kamu. selakarang abaikan halaman ini dan cek kotak masuk email kamu.

cara membuat facebook

6. Setelah kamu mendaftar di facebook tadi, kamu mendapatkan dua pesan di kotak mauk email kamu, yang pertama isinya hanya ucapan slamat datang, dan yang kedua ini yang paling penting, yaitu berisi link aktifasi account facebook kamu.
cara membuat facebook

7. seperti yang saya katakan diatas tadi, kamu harus melalukan aktifasi melalui email. caranya adalah dengan melakukan klik pada link aktifasi yang dikirimkan oleh facebook.. link aktifasi yang saya maksud adalah yang saya lingkari pada gambar di bawah ini.

cara membuat facebook

8. setelah kamu klik kamu akan di bawa ke jendela seperti ini, jika muncul seperti gambar dibawah ini, kamu telah berhasil melakukan aktifasi email kamu… klik okay pada pojok kanan jendela
cara membuat facebook

9. Untuk step 1 agar tidak rumit kamu lewati dulu saja, dengan cara klik pada Skip this step pada pojok kanan bawah jendela,

cara membuat facebook

10. pada step 2, masukkan alamat sekolah tinggimu (SMA), universitas dengan tahun periodenya nya , dan tempat kamu bekerja,

cara membuat facebook

11. sehingga contohnya seperti gambar di bawah ini. kemudian klik Save & continue, tapi jika kamu tidak ingin mengisi form ini juga tidak apa apa.. biarkan saja kosong, dan langsung klik Save & continue.

cara membuat facebook

11. setelah kamu klik save & continue, pada step 3 adalah memilih jaringan pertemanan kamu. Pilih saja Indonesia, kalau pilih luar indonesia nanti malah repot… setelah pilih indonesia, klik Join

cara membuat facebook

12. setelah kamu klik Join, akan muncul halaman seperti ini, selamat.. kamu sudah punya account facebook. tapi karena baru bikin tentunya belum ada temannya alias masih kosong. sekarang yang kamu lakukan adalah mencari teman, kan tujuan membuat facebook memang untuk mencari teman, TAPI nanti dulu tidak Usah buru buru cari teman, ikuti langkah penting yang satu ini. yaitu mengganti bahasa pada facebook menjadi bahasa Indonesia. jadi halaman yang tampak pada gambar di bawah ini kamu abaikan saja.

cara membuat facebook

l3.untuk mengganti bahasa pada facebook dari bahasa inggris ke indonesia adalah dengan klik pada tulisan English (US) pada pojok kiri bawah.

cara membuat facebook

14. setelah kamu klik, nanti akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini. Pilihlah bahasa indonesia, kemudian klik Okey.

cara membuat facebook

15. facebook kamu telah berubah menjadi bahasa Indonesia. sekarang saatnya mencari teman, untuk mencari teman, masukkan nama teman kamu yang mungkin punya account di facebook, masukkan namanya pada kolom Temukan orang yang Anda kenal,

cara membuat facebook

16. gak usah bingung bingung tentang nama teman kamu, sebagai contoh saya masukkan nama saya saja ya.. hehehe.. setelah kamu masukkan nama teman kamu, klik gambar kaca pembesar di sebelah kanan kolom.

cara membuat facebook

17. setelah kamu klik nanti akan muncul hasil pencarian berisi tentang pemilik account facebook sesuai dengan namanya. di bawah ini nama vicky ridwana ada dua pengguna, karena memang saat ini saya menggunakan dua facebook… hehehe.. tapi jangan bilang siapa siapa ya, hehehe…. dan facebook saya yang banyak temannya adalah yang berada diurutan kedua.

cara membuat facebook

18. pada kotak pencarian ada tiga menu penting, yaitu tambahkan sebagai teman, jika kamu ingin menjadikkannya sebagai teman di facebook kamu, Kirim pesan jika kamu ingin mengirim pesan saja, dan lihat teman, ini untuk mengetahui siapa saja teman si pengguna accoun itu. sebagai contoh kita klik menu tambahkan sebagai teman

cara membuat facebook

19. setelah kamu klik tambahkan sebagai teman seperti gambar diatas, nanti akan muncul jendela seperti gambar di bawah ini. klik pada tambahkan teman.

cara membuat facebook

20. setelah kamu klik tambahkan teman, akanmuncul jendela pemeriksaan keamaan, masukkan kode kata pada kolom dibawahnya.. masukkan dengan teliti ya… kemudian klik pada tambahkan teman
cara membuat facebook

21. pada saat seseorang melakukan permintaan pertemanaan pada pemilik account facebook, maka si pemilik accoun facebook yang dimintai itu akan mendapatkan email dari facebook.. isinya tentang konfirmasi permintaan pertemanan. jika si pemilik account mengizinkan untuk menjadi teman dalam facebook, maka dia akan melakukan klik pada link konfirmasi, tapi jika tidak ya diabaikan saja.

pada gambar di bawah ini adalah contoh email konfirmasi dari facebook tentang ajakan pertemanan dari Cantika,

cara membuat facebook

22. jika kamu disetujui menjadi teman dalam facebook, kamu juga mendapatkan email konfirmasi, seperti gambar di bawah ini.

cara membuat facebook

23. jika kamu sudah punya teman dalam facebook kamu, kamu akan bisa melihat status teman kamu, mengomentari status teman kamu, dan lain lain. sebelum mengomentari status temen kamu, alangkah baiknya membuat status kamu dulu. untuk membuat status.. Klik pada Menu Beranda di Pojok kanan atas. nanti halaman facebook kamu akan seperti gambar di bawa ini. pada kolom Apakah yang anda pikirkan itu adalah tempat kamu menulis status.. kalau sudah di tulis klik tombol bagikan. Untuk berkomentar pada status teman sudah tampak jelas disitu, saya rasa tidak perlu menjelaskan lagi.

cara membuat facebook

jika kamu menggunakan akses internet umum, misalnya di warnet.. saat kamu telah selesai menggunakan facebook.. jangan langsung di exit browsernya, tapi klik dulu Log out atau keluar, untuk menjaga keamanan account facebook kamu.. karena kalau tidak kamu klik keluar atau log out… biasanya komputer yang kamu tinggal itu keadan account facebook kamu masih aktif.. sangat tidak baik kalau ada orang lain yang menggunakan facebook kamu.

untuk keluar dari facebook atau logout adalah…. dengan cara Klik pada menu Keluar yang berada pada pojok kanan atas dekat kotak pencaria, seperti pada gambar di bawah ini
cara membuat facebook

sedangkan nanti jika kamu ingin mengakses lagi Facebook milik kamu , caranya buka alamat www.facebook.com lalu tinggal memasukkan alamat email dan password yang kamu buat tadi
cara membuat facebook

ya… sampai di sinilah panduan cara membuat facebooknya… untuk langkah selanjutnya silahkan coba coba sendiri.. untuk upload foto, silahkan baca paduan cara upload foto facebook.com klik di sini

dan yang terakhir… facebook pun bisa diakses menggunakan browser handphone.. seperti operamini…
caranya jalankan aplikasi opera mini di handphone kamu… dan buka www.facebook.com, login lah seperti biasa…
cara membuat facebook

Sumber : http://ridwanaz.com/teknologi/internet/petunjuk-cara-membuat-atau-mendaftar-di-facebook/




Sejarah Facebook

Sejarah FacebookFacebook kini lagi booming!! Bukan hanya di kalangan masyarakat umum, namun juga di kalangan blogger. Facebook ternyata diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 oleh Mark Zuckerberg sebagai media untuk saling mengenal bagi para mahasiswa Harvard.

Hebohnya, dalam waktu dua minggu setelah diluncurkan, separuh dari semua mahasiswa Harvard telah mendaftar dan memiliki account di Facebook. Tak hanya itu, beberapa kampus lain di sekitar Harvard pun meminta untuk dimasukkan dalam jaringan Facebook. Zuckerberg pun akhirnya meminta bantuan dua temannya untuk membantu mengembangkan Facebook dan memenuhi permintaan kampus-kampus lain untuk bergabung dalam jaringannya. Dalam waktu 4 bulan semenjak diluncurkan, Facebook telah memiliki 30 kampus dalam jaringannya.

Dengan kesuksesannya tersebut, Zuckerberg beserta dua orang temannya memutuskan untuk pindah ke Palo Alto dan menyewa apartemen di sana. Setelah beberapa minggu di Palo Alto. Zuckerberg berhasil bertemu dengan Sean Parker (cofounder Napster), dan dari hasil pertemuan tersebut Parker pun setuju pindah ke apartemen Facebook untuk bekerja sama mengembangkan Facebook. Tidak lama setelah itu, Parker berhasil mendapatkan Peter Thiel (cofounder Paypal) sebagai investor pertamanya. Thiel menginvestasikan 500 ribu US Dollar untuk pengembangan Facebook.

Jumlah account di Facebook terus melonjak, sehingga pada pertengahan 2004 Friendster mengajukan tawaran kepada Zuckerberg untuk membeli Facebook seharga 10 juta US Dollar, dan Zuckerberg pun menolaknya. Zuckerberg sama sekali tidak menyesal menolak tawaran tersebut sebab tak lama setelah itu Facebook menerima sokongan dana lagi sebesar 12.7 juta US Dollar dari Accel Partners. Dan semenjak itu sokongan dana dari berbagai investor terus mengalir untuk pengembangan Facebook.

Pada September 2005 Facebook tidak lagi membatasi jaringannya hanya untuk mahasiswa., Facebook pun membuka jaringannya untuk para siswa SMU. Beberapa waktu kemudian Facebook juga membuka jaringannya untuk para pekerja kantoran. Dan akhirnya pada September 2006 Facebook membuka pendaftaran untuk siapa saja yang memiliki alamat e-mail.

Selain menolak tawaran dari Friendster seharga 10 juta US Dollar, Zuckerberg juga pernah menolak tawaran dari Viacom yang ingin membeli Facebook seharga 750 juta US Dollar, dan tawaran dari Yahoo yang ingin membeli Facebook seharga 1 milyar US Dollar.

Tidak ada situs jejaring sosial lain yang mampu menandingi daya tarik Facebook terhadap user. Pada tahun 2007, terdapat penambahan 200 ribu account baru perharinya Lebih dari 25 juta user aktif menggunakan Facebook setiap harinya. Rata-rata user menghabiskan waktu sekitar 19 menit perhari untuk melakukan berbagai aktifitas di Facebook.




Kenal Islam, Sayang Islam

Untuk mengenal sahabat kita lebih dekat lagi, maka perlu pengorbanan dari kita untuk berusaha mengenalinya lebih dalam lagi. Untuk kenal Islam lebih detil, diperlukan usaha kita untuk menumbuhkan keyakinan yang lebih dalam lagi tentang Islam. Supaya efeknya bisa kita rasakan dengan baik, yakni berupa rasa bangga menjadi muslim.

Kata pepatah kan, “Tak kenal maka tak sayang.” Tak kenal banyak, maka tak sayang banget. Sebab, kayaknya ini seperti deret ukur. Kalo kita baru sampe mengukur di batas tertentu, maka sebatas itu pula rasa yang kita miliki. Nah, rasa-rasanya memang harus terus ditingkatkan biar lebih merasa yakin dan mantap. Makin banyak yang kita tahu dari Islam, maka akan makin kuat dan makin yakin kita dengan Islam. Tumbuh juga rasa percaya diri yang besar dalam kehidupan kita. Itu sebabnya, ketika ada orang yang udah melatih ilmu bela dirinya sedemikian rupa, maka akan tumbuh keyakinan bahwa dirinya bisa pantas untuk percaya diri karena udah berhasil menguasai banyak jurus olah kanuragan tersebut.




Jangan termakan gosip murahan
Bro en Sis, gosip murahan tentang Islam bisa bikin semangat kita melempem kalo kita termakan provokasinya. Kayak apa sih gosip murahan tentang Islam? Hmm… mungkin kalo kamu sering diskusi dengan banyak orang dari latar belakang yang berbeda-beda; budaya, politik, tingkat pendidikan, intelektualitasnya, niatnya dan lain sebagainya, akan timbul rasa bimbang tentang Islam karena seringkali diskusi itu menyebarkan gosip murahan yang sengaja disebarkan untuk melemahkan pemahaman kaum Muslimin dan akhirnya menjatuhkan semangat kaum Muslimin dalam memperjuangkan Islam.

Seperti misalnya ada gosip (namanya juga gosip, pasti nggak benar. Seharusnya jangan percaya ya), bahwa Muhammad Rasulullah saw. adalah ‘tukang kawin’ dan merendahkan derajat wanita. Waduh, nih tuduhan dan gosip murahan banget dan udah sangat melecehkan. Kalo kita percaya gosip beginian, berarti kita lebih rendah lagi. Jangan percaya, Bro.

Selain ‘gosip murahan’ yang disebar untuk melemahkan kaum muslim, juga musuh-musuh Islam melakukan pengkaburan istilah. Misalnya provokasi yang disebar tentang definisi jihad. Kaum muslimin diminta untuk memahami jihad dalam arti bukan perang, tapi diarahkan kepada pengertian bahwa jihad adalah sungguh-sungguh dalam berusaha dan beramal. Nah, ini juga bakalan melemahkan semangat kita dalam memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Padahal, kalo kita tahu ilmunya, nggak bakalan bingung.

Sekadar tahu aja nih, secara bahasa, jihad bermakna: mengerahkan kemampuan dan tenaga yang ada, baik dengan perkataan maupun perbuatan (Fayruz Abadi, Kamus Al-Muhîth, kata ja-ha-da). Secara bahasa, jihad juga bisa berarti: mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh tujuan (an-Naysaburi, Tafsîr an-Naysâbûrî, XI/126).

Adapun dalam pengertian syar’i (syariat), para ahli fikih (fuqaha) mendefinisikan jihad sebagai upaya mengerahkan segenap kekuatan dalam perang fi sabilillah secara langsung maupun memberikan bantuan keuangan, pendapat, atau perbanyakan logistik, dan lain-lain (untuk memenangkan pertempuran). Karena itu, perang dalam rangka meninggikan kalimat Allah itulah yang disebut dengan jihad (Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani, asy-Syakhshiyyah al-Islâmiyyah, II/153. Lihat juga, Ibn Abidin, Hâsyiyah Ibn Abidin, III/336).

Bayangin deh kalo jihad diartikan sekadar secara bahasa, kayaknya nggak bakalan ada upaya dari kaum Muslimin untuk melakukan jihad secara ofensif dalam rangka menyebarkan Islam. Padahal, Rasulullah saw. udah nyontohin dengan melakukan ekspedisi militer ke berbagai tempat (masih ingat kan pas baca soal ini di bab empat?). Para sahabat Rasulullah saw. juga melakukan hal yang sama, bahkan para penerus berikutnya seperti Thariq bin Ziyad yang menaklukkan Spanyol dan menyebarkan dakwah Islam di sana.<

Selain itu, media massa juga seringkali ngelakuin “penghakiman” terhadap Islam dan umat Islam dengan menghubung-hubungkan bahwa para bomber yang melakukan peledakan di Indonesia selama ini (termasuk yang baru-baru ini, 17 Juli 2009 yang meledak di JW Marriott dan Ritz Carlton), adalah orang-orang Islam dari kelompok tertentu. Halah, itu sih lagu lama yang diputer ulang. Kagak bosen apa ya orang-orang kok menuduh begitu rupa. Padahal, bukti-buktinya saja belum jelas. Ini memang ada targetnya, yakni melemahkan semangat seluruh kaum muslimin dalam mengamalkan ajaran Islam. Soalnya, di media massa sosok teroris itu digambarkan dari kalangan Islam, baik, dan taat beribadah. Hmm.. ini jelas labelisasi yang nggak bener.

So, kalo kita udah kenal dengan Islam lebih banyak lagi, gosip murahan model gini pasti nggak mempan buat melemahkan pemahaman kita. Sebab, kita udah punya patokan. Intinya, jangan tergoda gosip atawa provokasi yang bakalan melemahkan keyakinan dan pemahaman kamu tentang Islam. Itu sebabnya, wajib mengenali Islam lebih dalam lagi. Jadi, belajar yang rajin bin getol ye.

Ciptakan terus rasa penasaran
Menciptakan rasa penasaran ini emang bagian dari upaya kita untuk bertanya dan bertanya dalam belajar kita. Kalo kita cukup puas dengan ilmu yang kita dapetin, kayaknya proses mengenali Islam jadi terhenti sampe di tempat kita mengenalnya. Nggak nerus. Padahal, belajar tuh harus terus dilakukan selama hayat masih dikandung badan. Itu sebabnya, resepnya adalah dengan senantiasa menumbuhkan rasa penasaran kita yang besar untuk mengenal Islam lebih dalam lagi. Nggak cuma puas berenang di permukaan, tapi rasanya kudu mulai mencoba menyelam. Karena sangat boleh jadi banyak banget informasi yang bisa kita jadikan sebagai wawasan kita dalam memahami dan mengamalkan Islam. Ujungnya, kita jadi bangga dong dengan kemusliman kita sendiri. Oke?

Seperti halnya kita belajar naik sepeda, rasa penasaran kita yang besar untuk bisa naik sepeda, insya Allah akan membawa hasil berupa kelihaian kita mengendarai sepeda. Begitu pun rasa penasaran kita dalam mengkaji ilmu, maka ilmu itu akan kita pelajari dengan seksama dan penuh semangat, sehingga bukan tak mungkin kalo kita akhirnya bisa memahami dan tumbuh keyakinan yang besar dalam diri kita.

Jadi, ciptakan terus rasa penasaran kamu tentang Islam agar tetap terjaga semangat kamu dalam mempelajari, memahami, dan mengamalkan Islam. Saya sendiri, meski sudah sering belajar tentang Islam, rasanya semakin sering belajar Islam saya merasakan bahwa apa yang saya dapatkan selama ini masih kurang, akhirnya terus penasaran pengen nyari tahu lebih detil. Proses belajar memang harus senantiasa dilakukan agar kita tetap merasa untuk terus memperbaiki kualitas hidup kita. Rasa penasaran yang kita miliki tentang Islam, insya Allah akan memberikan kekuatan kita untuk belajar dan terus memahami Islam sampai detil. Tentunya, itu akan memberikan rasa percaya diri kita yang tebal. Wajar banget kalo kita bangga jadi muslim.

Obyektif sekaligus subyektif
Sobat, dalam memahami realitas kehidupan memang harus obyektif. Kita telusuri semua faktanya supaya kita kenal betul dengan fakta tersebut. Kita memang nggak suka dengan fakta yang menjelekkan Islam, tapi kita coba tahan dulu benci binti murka kita sebelum dapetin info yang benar-benar valid dan obyektif agar kita bisa menilai dengan keputusan yang jelas.

Nah, kalo pun kita harus subyektif dalam waktu yang bersamaan, tentunya ini pun harus dilakukan karena sebagai muslim, kita wajib menilai segala sesuatunya berdasarkan sudut pandang Islam. Itu mutlak harus dilakukan karena Islam adalah pedoman hidup kita. Islam adalah the way of life. Jadi wajar banget kan kalo Islam menjadi patokan kita dalam menilai suatu pemikiran atau perbuatan. Mengenali dan memahami fakta memang harus obyektif, tapi sudut pandang kudu subyektif dong, yakni berdasarkan Islam.

Sehingga nggak muncul mispersepsi atau celakanya malah menyalahkan Islam. Padahal mah bisa jadi justru karena kita sendiri yang salah memahami fakta dan sekaligus solusinya. Misalnya nih, untuk memahami agama di luar Islam, tentunya kita harus memahami faktanya dengan detil tentang agama tersebut, lalu kita nilai dengan Islam. Begitu pun ketika ingin memahami fakta sekularisme, maka kita kumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan sekularisme supaya obyektif, setelah itu baru kita nilai sekularisme dalam sudut pandang Islam, bukan yang lain.

Tentu akan aneh dong ya kalo memandang Islam dari sudut pandang sekularisme atau ajaran Barat, maka yang tampak bukan wajah asli Islam. Kalo pun bikin lukisan, tuh lukisan udah dicorat-coret dengan nggak karu-karuan sesuka mereka mencoretkan warna dan garis pada kanvas. Inilah alasannya bahwa upaya pencarian fakta boleh seobyektif mungkin, tapi sudut pandang penilaian tetap harus Islam.

Berkaitan dengan soal ini, Ustadz Hamid Fahmy menuliskan (lihat Islamia, Tahun I No. 6/Juli-September 2005, hlm. 118-119), dalam kajian Islam, suatu framework atau manhaj terkait pertama-tama dengan proses mencari, mencerna dan mengamalkan ilmu. Suatu ‘metobalisme’ dalam nutrisi spiritual. Kualitas ilmu, cara mencari, sumber ilmu yang benar, penalaran yang betul, manfaat yang jelas merupakan sebahagian dari bangunan framework. Jika ilmu itu cahaya al-haqq, seperti kata Waqi’ guru Imam Syafi’i, maka ilmu dan iman sumbernya sama. Siapa yang banyak ilmu mesti tebal imannya dan sebaliknya. Ia akan berilmu dengan imannya dan beriman dengan ilmunya.

Inilah alasannya mengapa kita harus obyektif tapi sekaligus subyektif. Alam pikiran kita boleh melanglangbuana kemana aja untuk mendapatkan fakta yang obyektif tentang segala hal, tapi al-Quran dan as-Sunnah tetap menjadi obornya. Sehingga kita tetap menjadi orang yang mencintai Islam sepenuh hati dan insya Allah akan memberikan dorongan yang kuat agar kita bangga menjadi muslim. Oke?

Pahami Islam dari sudut pandang Islam
Nah, ini juga perlu dan wajib kita lakukan. Karena nggak mungkin dong kita akan memahami Islam tapi menggunakan kacamata Barat atau kacamata sekularisme. Itu sama artinya nggak bakalan nemuin kejelasan. Kalo memahami Islam, wajib dari sudut pandang Islam.

Jadi nih, kalo ada yang bilang bahwa Islam itu bias gender karena nggak menghargai wanita, tapi melihatnya dari sudut pandang sekularisme atau peradaban Barat, ya itu namanya tulalit. Apalagi kalo kemudian kita kepancing menjelekkan Islam karena menggunakan kerangka berpikir Barat. Wah, jangan sampe deh.

Kalo ada yang mengatakan bahwa semua agama adalah sama, tuhannya sama, yang beda hanyalah namaNya, itu pasti berpikir bukan dari sudut pandang Islam.

Lalu mereka yang berpikiran begitu rame-rame mengatakan bahwa Islam bukan satu-satunya agama yang benar. Walah, ini sih udah ngaco banget deh. Mungkin mereka kudu diingatkan dengan pernyataan Prof. Hamka, “yang bilang semua agama sama berarti tidak beragama”. Nah lho, ati-ati tuh.

Sobat muda muslim, kalo ada seorang ulama atau intelektual Muslim yang menganggap bahwa Islam sudah saatnya disegarkan kembali dan harus ditafsirkan sesuai akal modern, saya sangat yakin kalo tuh orang nggak memahami Islam yang sempurna ini (atau pura-pura nggak tahu?) dan jelas cara berpikirnya bukan dari sudut pandang Islam.

Padahal, Islam sudah jelas disempurnakan oleh Allah. Itu artinya cuma Islam yang benar. Nggak ada kebenaran lain selain agama Islam ini. Allah Swt. berfirman (yang artinya): “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS al-Maidah [5]: 3)

Itu sebabnya, kalo ada yang mengaku Muslim tapi ketika berpikir dan berbuat bukan berlandaskan Islam, itu namanya error. Ngakunya muslim, tapi gaul bebas dan seks bebas jadi gaya hidupnya. Ngakunya Muslim tapi menolak sebagian ajaran Islam. Bahkan kemana-mana teriak bahwa nggak ada yang tahu kebenaran selain Allah. Sambil menyanyikan penolakan terhadap syariat, fikih, tafsir wahyu, dan ijtihad para ulama karena semua itu hasil pemahaman manusia. Menurut mereka itu relatif. Waaah, itu bener-bener kacau, bro! Karena seharusnya seorang Muslim hidupnya berpatokan kepada ajaran Islam, bukan kepada ajaran yang lain. Termasuk ketika memahami Islam, ya harus dari sudut pandang Islam. Bukan yang lain.

Sobat muda muslim, semoga kita mulai bisa memahami Islam sebagai pandangan hidup kita. Semoga Allah memudahkan kita untuk mempelajari, memahami dan mengamalkan Islam. Agar kehidupan kita juga lebih tenang, lebih yakin, dan tentunya penuh percaya diri dan bangga menjadi Muslim. Satu-satunya cara untuk mengenal Islam lebih dalam dan lebih jauh lagi hanya dengan belajar. Jadi, mulai sekarang, kita kudu giat belajar apa saja, terutama mengkaji Islam. Enjoy, Bro! [solihin: osolihin@gaulislam.com]

Selasa, 04 Agustus 2009

Nikmati Cinta Tanpa Pacaran


Dudung.net - Cinta tak pernah bosan untuk diobrolkan. Urusan cinta pun tak pupus oleh waktu, ia senantiasa hadir dalam kehidupan kita. Asyik untuk dibahas, tak lelah untuk menuliskannya, dan getol untuk mendiskusikannya. Karena cinta memiliki keunikan dan sekaligus �keajaiban�.

Uniknya cinta bisa dilihat dan dirasakan dari berbagai sisi. Paling nggak neh, cerita tentang cinta yang berakhir bahagia sama nikmatnya dengan mendengar kisah duka karena cinta. Selain unik, cinta memang �ajaib�. Bisa mengobati rasa rindu, mampu melicinkan perasaan, dan juga menumbuhkan kreativitas yang tak pernah ada habisnya.


Nah, bicara tentang cinta, ada satu fenomena yang menarik dan perlu mendapat perhatian dari kita semua. Sepertinya sebagian besar dari kita selalu merasa �gatal� bahwa jika cinta tak diekspresikan dengan aktivitas mencintai, akan berakhir dengan kegelisahan. Itu sebabnya, jangan heran jika akhirnya banyak yang kabur dalam memaknai cinta. Banyak yang gelap mata, dan nggak sedikit yang miskin ilmu. Dikiranya mengekspresikan cinta, ternyata malah menggeber nafsu. Padahal, cinta tak sama dengan aktivitas mencintai. Tak berbanding lurus pula. Tapi kenapa harus dipaksakan untuk disamakan?

Guys , sejatinya cinta tetap bisa tumbuh dan terpelihara meski tak diekspresikan dengan aktivitas mencintai. Itu sebabnya pula, cinta tetap ada meski tanpa diwujudkan dengan pacaran. Karena cinta memang beda dengan pacaran. Buktinya banyak orang jatuh cinta, dan nggak sedikit yang memendamnya. Mereka cukup merasakan cinta di dalam hatinya. Entah karena tak kuasa mengatakannya kepada orang yang dicintainya, atau memang sengaja ingin memelihara dan merawatnya sampai pada suatu saat di mana kuncup itu menjadi mekar dan berbunga di taman hatinya (duilee...).

Dua alasan tadi tak perlu dipertentangkan. Karena yang terpenting adalah bahwa tanpa diekspresikan dalam aktivitas saling mencintai pun cinta tetap akan tumbuh di hati. Kenyataan ini pula yang mengukuhkan bahwa cinta tidak selalu sama dan tak sebangun dengan aktivitas mencintai. Jelas, ini mematahkan mitos selama ini yang meyakini bahwa jika jatuh cinta harus diwujudkan dengan aktivitas mencintai bernama pacaran. Ya, namanya juga mitos, bukan fakta, Bro . Lihat aja, mereka yang masih melajang sampe tua, bukan berarti tak memiliki rasa cinta. Mereka pasti memiliki cinta kok. Cuma karena cinta tak mesti dieskspresikan dengan aktivitas mencintai seperti pacaran atau juga pernikahan, ya tak membuatnya sakit tuh. Cuma mungkin gelisah aja karena nggak bisa berbagi cinta dengan seseorang yang bisa menyambut cintanya. Tapi tak membuatnya sakit.

Namun meski demikian, bukan berarti cinta tak boleh diekspresikan sama sekali dalam aktivitas mencintai. Nggak juga. Ini sekadar ngasih gambaran bahwa kita jangan keburu menyimpulkan bahwa pacaran adalah jalan pintas untuk mengekspresikan cinta. Nah, kalo pun harus diekspresikan dengan aktivitas saling mencintai, tentunya hanya wajib di jalan yang benar sesuai syariat. Tul nggak? Yup, hanya melalui ikatan pernikahanlah cinta kita bisa dan halal diekspresikan dengan kekasih kita. Begitu lho. Mohon dicatat dan diingat ya. Makasih.

Jatuh cinta nggak dilarang

Sobat muda muslim, jatuh cinta itu nggak dilarang kok. Lagian, siapa yang bisa melarang orang lain untuk tidak jatuh cinta. Nggak bakalan bisa. Namun, jangan pula kemudian nganggep bahwa mentang-mentang jatuh cinta nggak dilarang, lalu mengekspresikannya dengan pacaran jadi sah-sah aja. Ah, kalo itu sih udah tulalit atuh. Beda euy , antara cinta dan aktivitas mengekspresikan cinta, Bro . Oke?

Oya, boleh tuh jatuh cinta meski nggak perlu orang yang kita cintai itu mencintai kita juga. Artinya, cinta tak selalu harus saling bersambut. Jadi, kalo kita jatuh cinta kepada seseorang, tak perlu orang tersebut juga mencintai kita. Namun, seringkali kita nggak siap untuk menerima �penolakan� dari orang yang kita cintai. Sakit. Bahkan bisa sakit banget kalo orang yang nolak dekat dengan kita. Kita setengah mati mencintainya, eh, dia malah setengah hidup menolaknya. Itu kan kagak nyetel namanya. Siapa yang gondok? Tentu saja dua-duanya. Lho kok? Iya. Pertama, orang yang mencintai merasa bertepuk sebelah tangan, dan tentunya kecewa begitu tahu rasa cintanya tak berbalas. Kedua, orang yang menolak juga kecewa, karena kok bisa-bisanya dicintai oleh orang yang tak dicintainya. (Wacks, jangan nyindir dong!)

Jadi, kalo udah jatuh cinta, nikmati saja tanpa harus diekspresikan dengan pacaran. Caranya gimana? Ehm, ketika kita jatuh cinta, jangan keburu geer dan tergesa untuk ungkapkan cinta. Itu bisa berbahaya bagi yang belum bisa menerima beban kecewa. Emang sih perasaan cinta itu nggak bisa ditahan-tahan. Nggak bisa dihalangi dengan kekuatan apa saja. Bahkan adakalanya nggak bisa digeser-geser en dipindah-pindah ke lain hati (emangnya pot bunga, digeser-geser?). Maka jangan heran kalo kita ingin rasanya buru-buru menuntaskan rindu kita kepada seseorang yang membuat kita nggak nyenyak tidur siang-malam. Kita ingin agar perasaan kita benar-benar saling berbalas. Kita ingin jadikan ia sebagai dermaga tempat cinta kita berlabuh. Sampai tanpa sadar bahwa kita dikendalikan oleh cinta, bukan kita yang mengendalikannya.

Tapi saran saya, jangan keburu �geer� deh kalo tiba-tiba kamu punya rasa cinta kepada lawan jenis. Kenapa? Karena kalo kamu belum kuat menahan bebannya, bisa blunder. Kamu bisa sakit hati. Bayangin aja ketika kamu terlalu �geer� alias gede rasa, kamu nekatz menembak teman gadismu. Kita bisa dan siap ngincer lalu nembak lawan jenis kita. Tapi, seringkali di usia sepantaran kamu yang masih ABG dan �pensiunan� ABG sering nggak siap menerima kenyataan, gitu lho.

Kok bisa? Hmm.. mungkin karena kurang pengalaman kali ye (atau bisa juga nggak pede), jadinya pas ditolak, teroris bertindak (idih, serem banget). Iya, saya pernah baca di koran bahwa ada seorang remaja laki yang cintanya ditolak gadis pujaannya, dan langsung bertindak dengan mengerahkan teman-temannya untuk meneror si gadis dan pacar pilihannya hingga ada korban jiwa. (hmm.. itu sih namanya cinta berbuah tahlilan!)

Jadi intinya, boleh saja jatuh cinta. Nggak ada yang larang kok kalo kamu jatuh hati. Wajar aja lagi. Tapi, mbok ya jangan keburu geer gitu lho, hingga menafsirkan kalo cinta harus diwujudkan dengan bersatunya dua hati, lalu tergesa ungkapkan cinta. Padahal, seringkali di antara kita yang masih bau kencur ini nggak siap dengan kenyataan. Dalam bayangannya, cinta itu harus bersatu, cinta itu harus saling memiliki, itu sebabnya mau tidak mau cinta itu harus berbalas. Padahal, banyak kasus berakhir dengan kecewa. Itu karena kita ngotot cinta sama si dia, sementara si dia juga ngotot nolak kita. Walah, itu namanya percintaan sepihak. Jadi, jangan cepet geer ya!

Sekarang saya mau tanya, memang kalo kamu suka sama seorang seleb, kamu cinta sama seorang seleb, dan kamu sayang sama dia, kudu juga berbalas? Nggak juga kok menurut saya. Kenapa? Begini, kamu yang cewek cinta nggak sama Nicholas Saputra? Senang banget kan kalo kebetulan ketemu dan diajak makan bareng? Wuih... tapi sejauh ini, pernah nggak melamunkan supaya dia jadi kekasihmu? Mungkin sebagian dengan pede dan gagah berani menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan ini, tapi sangat boleh jadi yang lain malah menjawab: Mimpi kali yeee! (ini tergantung bargaining position -nya sih)

Pendam saja dulu rasa itu

Waktu sekolah, saya juga punya rasa cinta kepada seorang gadis teman satu sekolah, tapi karena saya tak berani mengungkapkannya, saya cukup jadikan ia sebagai �objek� kreativitas saya dalam puisi dan cerpen. Selama tiga tahun saya cuma memendamnya dalam hati rasa cinta kepada gadis satu sekolah itu. Saya hanya bisa cerita kepada teman saya dan si dia sendiri nggak pernah tahu kalo sedang �dicintai� sama saya. Ajaib memang. Di sini saya merasa mencintai tanpa bersalah dan enjoy aja lagi. Saya bisa menikmatinya dan menerjemahkannya dalam puisi. Ya, saya merasa bahagia saja dalam mencintai meski dia sama sekali nggak tahu.

Tapi.. setelah saya mulai nekat mengungkapkan cinta, barulah muncul masalah. Salah satunya ya rasa bersalah di antara kami. Ternyata eh ternyata ia sama sekali tak mencintai saya, dan menganggap sekadar teman biasa. Rasanya langit bagai runtuh menimpa saya (kerena sudah terlanjur mencintai sepenuh hati. Kandas deh!). Ya, saya merasa bersalah karena saya begitu besar mencintai dia (padahal dulu asyik-asyik aja tuh saat belum diungkapkan perasaan cinta itu). Dia juga mungkin merasa bersalah karena telah begitu halus menolak cinta saya. (KLBK alias Kenangan Lama Bangkit Kembali neh. Gubrak!)

Jadi intinya, nikmati saja dulu cinta itu dengan diam-diam. Tunggu saatnya tiba. Saat di mana kita sanggup menahan beban dan siap ditelan kenyataan. Biarkan ia tumbuh subur dulu. Kalo pun kemudian harus kecewa, ya itu risiko. Tapi minimal, kita pernah mencintai seseorang yang bisa memekarkan kuncup di hati kita dan membuat kita jadi kreatif tanpa rasa bersalah sedikit pun. Lagian bukankah Bang Ebiet pernah bersenandung, �Sebab cinta bukan mesti bersatu...� Ehm, pantesan seorang kenalan saya pernah bilang ke saya waktu curhat: �Cinta pertama saya bukan dengan istri saya, tapi saya masih inget sampe sekarang gimana perasaan saya waktu mencintai teman saya itu. Karena itu cinta pertama, tapi ternyata nggak jadi...� Nah lho!

Itu sebabnya, banyak orang sekadar �cinta sepihak� dan memendamnya dalam hati. Karena tak berniat untuk mengungkapkannya. Tapi ternyata aman-aman saja kok. Jelas, ia tidak merasa bersalah. Baik kepada dirinya maupun kepada orang lain. Mungkin ini tipe orang yang seperti digambarkan dalam lagunya Bang Ebiet G. Ade, �Apakah Ada Bedanya�: �Cinta yang kuberi sepenuh hatiku, entah yang kuterima aku tak peduli... aku tak peduli.. aku tak peduli� (Duile.. ini bukan putus asa apalagi patah arang, tapi sekadar mengungkapkan betapa masih ada orang yang sebenarnya ingin total mencintai dan tak peduli dengan balasannya dari orang yang dicintainya. Ini persepsi saya, dan saya ambil sebagian lirik saja dalam lagu itu. Karena saya yakin Bang Ebiet punya maksud lain dengan menuliskan lagu tersebut)

Pacaran itu merugikan

Kamu pasti apal deh lagunya Peter Pan yang sebagian isi liriknya begini nih, �Apa yg kau lakukan di belakangku/Mengapa tak kau tunjukkan di hadapanku/ Apa yang kau lakukan di belakangku/ di belakangku/ di belakangku...� Yup, lagu ini judulnya adalah �Di Belakangku�. Apal kan?

Ehm, rasa-rasanya Ariel nyanyinya berdasarkan pengalaman tuh, mungkin sama seperti pengalaman banyak teman kita yang diterjemahkan dalam bentuk lagu. Pengalaman apa? Hmm... moga-moga saja bener nih. Yup, kayaknya pengalaman diselingkuhi sama pacarnya tuh. Wah, wah, inilah satu satu sisi gelap pacaran. Emang sih, yang udah nikah juga bisa selingkuh, tapi lebih rugi dan konyol lagi masih pacaran malah udah dikadalin sama pasangannya. Belum jadi suami-istri aja udah nggak bisa dipercaya, apalagi kalo udah menyatu dalam pernikahan? Pikir-pikir lagi ye.

Oya, loss pride alias hilang harga diri juga adalah dampak dari pacaran. Kok bisa? Yah, namanya juga pacaran, masih bisa sambung-putus sesukanya. Jadi, ketika bubaran, banyak yang �ember� cerita ke yang lain. Misalnya, �Kamu pacaran sama dia? Jangan mau, dulu pernah sama aku, dia kalo tidur ngiler!� Wacks?

Nah, soal pacaran cukup sampe di sini dulu ya, karena keterbatasan halaman. Pekan depan insya Allah disambung lagi dengan penekanan lebih dalem soal hubungan pranikah tersebut, oke? Pekan ini kita lebih fokus bahas bahwa cinta bisa tumbuh meski tanpa pacaran. Yakin itu. Oke? [solihin]