Minggu, 16 Mei 2010

Pekerja Shift Malam, Kafein Lebih Baik dari Tidur Siang

Rasa kantuk adalah musuh utama saat bekerja pada shift malam. Pekerjaan tertentu seperti dokter dan sopir bus malam butuh konsentrasi tinggi untuk mengurangi risiko terjadinya kesalahan. Dan ternyata, kopi lebih membantu dibandingkan tidur siang.

Tubuh manusia memiliki jam biologis yang akan menjadi kacau ketika jam kerja sering bertukar antara shift siang dengan shift malam. Dampaknya adalah rasa kantuk dan konsentrasi yang menurun.


Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya kesalahan. Bagi pekerjaan tertentu seperti dokter dan sopir bus malam, kesalahan sekecil apapun akan berakibat fatal misalnya malpraktik dan kecelakaan lalu lintas.

Dilansir dari CBC, tim dari London School of Tropical Medicine meneliti efek kafein pada kinerja para pekerja shift malam. Analisisnya dilakukan berdasarkan data dari 13 studi internasional.

Partisipan yang terlibat dalam penelitian tersebut berusia antara 20 hingga 30 tahun. Kondisi kerja pada shift malam disimulasikan dalam sebuah laboratorium, sementara kafein diberikan dalam berbagai bentuk seperti kopi, pil, maupun makanan yang mengandung kafein.

Kesalahan yang diamati dalam simulasi tersebut antara lain berupa pelanggaran marka jalan saat mengemudi di malam hari. Sedangkan kemampuan otak yang meliputi memori, atensi, persepsi dan kemampuan berlogika (reasoning ability) diamati melalui tes neuropsikologi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal online The Cochrane Library edisi 12 Mei 2010 menyimpulkan, kafein mampu menekan tingkat kesalahan yang disebabkan oleh rasa kantuk. Meski tidak disebutkan angka pastinya, kafein bahkan lebih baik dibandingkan plasebo maupun tidur siang.

Selain meningkatkan kinerja, kafein juga terbukti menstimulasi kemampuan otak. Tes neuropsikologi menunjukkan hasil yang lebih baik ketika para pekerja itu mengkonsumsi kafein.

"Tidak ada alasan bagi orang sehat untuk berhenti minum kopi dalam porsi yang direkomendasikan, karena bisa membantu mereka tetap terjaga dan siap siaga," tegas Katharine Ker yang memimpin penelitian tersebut.

Meskipun demikian, kolumnis kesehatan dari Radio CBC, Dr. Peter Lin tidak menyarankan konsumsi kafein dalam jangka panjang. Sebab efeknya akan menumpuk, dan akhirnya menyebabkan gangguan pada pola tidur.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar